Subscribe
Dapatkan berita terbaru seputar startup dan inspirasi technopreneurship dengan berlangganan newsletter Grevia.

Sharing Event Startup Grind bersama CTO tiket.com natali andrianto di conclave co working space

Startup

Rating : (6)
Event startup Grind yang menghadirkan CTO tiket.com menceritakan pengalamannya dari awal pitching ke investor hingga sekarang.


Foto bersama di seminar startup grind bersama Natali Andrianto dari tiket.com

Apa yang akan anda lakukan jika anda diberikan dana sebesar 1 Milyar ? Founder harus memiliki visi 5 - 10 tahun ke depan sebelum membangun produk untuk startupnya.

Pada tanggal 17 Desember 2014, saya akhirnya bisa hadir di event dari Startup Grind, yang penuh informasi berharga tentang menjalankan startup yang dihadiri oleh Co-Founder sekaligus CTO Tiket.com, Natali Ardianto.

Bagi anda para pembaca yang belum tahu, Tiket.com adalah sebuah situs yang bergerak di bidang penjualan tiket online, mulai dari tiket maskapai penerbangan, partner resmi KAI (Kereta Api Indonesia), tiket bioskop Blitzmegaplex, bahkan hingga tiket konser seperti konser boyband BigBang dari Korea.

Saya sangat tertarik mengikuti event ini karena sosok Natali Ardianto, CTO yang memiliki pengalaman 12 tahun di dunia IT dan pernah berpengalaman di lebih dari 3 Startup sebagai co-founder yang sudah bisa disebut experienced entrepreneur.

Pengalaman sebelum membangun tiket.com

 
Natali menceritakan Startup pertamanya yaitu Urbanesia.com, yang merupakan sebuah situs portal directory, yang go live dalam 8 bulan. Urbanesia sempat mendapatkan dana dari investor dari Singapura, namun di pertengahan jalan, Natali memutuskan untuk keluar karena ia merasa model bisnis Urbanesia tidak mendapat traction yang baik dari pasar. Urbanesia akhirnya diakuisisi oleh Kompas Group.

Berpindah ke startup keduanya yaitu golfnesia.com, adalah sebuah situs pemesanan lapangan golf online yang terinspirasi dari negara Jepang.

Di Jepang, golf menjadi sebuah aktivitas yang sangat disukai. Meskipun banyak sekali tempat yang menyediakan jasa lapangan golf, tempat-tempat itu seringkali penuh, sehingga anda harus memesan online booking jika ingin bermain golf.

Market sharenya yang luas yaitu rata-rata 80 % orang di Jepang yang menggunakan situs booking online, adalah alasan mengapa Natali mengembangkan golfnesia di Indonesia.

Namun ternyata beda negara, beda pula kebudayaan dan prosedurnya. Ketika Natali go live situs golfnesia.com yang memakan waktu hingga 9 bulan di Indonesia, hampir tidak ada pemesanan dalam beberapa bulan awal. Setelah ditelusuri ada beberapa permasalahan :

  • Khusus di daerah jakarta, lapangan golf ternyata tidak bisa asal sewa. Anda harus memiliki saham dan memiliki kenalan dengan top management di grup yang menaungi tempat golf itu sebelum anda bisa bermain di sana. 
  • Untuk di luar daerah seperti Bandung, Bekasi dan Tangerang, peminatnya tidak banyak karena faktor lokasi yang jauh dari pusat kota.

Melihat beberapa permasalahan ini dan lambatnya growth Golfnesia, akhirnya Natali memutuskan untuk berhenti dan melanjutkan karirnya sebagai profesional.

Mendirikan startuplokal.org dan tiket.com di Tahun 2011


Tidak berapa lama setelah itu, Natali bersama teman-temannya mendirikan startuplokal.org , yaitu komunitas yang menyasar ke para pebisnis muda yang ingn mendirikan startup. Natali saat itu pula mendapatkan tawaran menarik bersama beberapa temannya yang telanjur membeli domain tiket.com dan mulailah perjalanan panjang mereka mendirikan tiket.com pada Agustus 2011.

Pada masa awal, Natali memang sudah diset sebagai CTO karena background teknisnya yang sangat baik. Natali juga ditunjuk untuk membuat materi presentasi (disebutkan berupa excel) untuk pitching ke investor. Beruntung, mereka mendapat investor lokal yang tertarik dengan ide bisnis mereka. 

Saat itu, mereka sempat beberapa kali mengganti model bisnis dan pivot untuk menyesuaikan blueprint tiket.com agar sesuai dengan market saat itu.

Tidak lama setelah pitching ke beberapa investor, mereka akhirnya mendapat suntikan dana sebesar $ 700.000 dari request funding mereka sebesar $ 800.000. Tiket.com yang masih berupa ide saat itu, go live dalam 100 hari, dan berhasil melakukan soft launching dibantu oleh mentor mereka.

Usai mendapat dana, pekerjaan semakin menumpuk. Tiket, saat itu harus melakukan kerjasama dengan para vendor.

Proses negosiasi dengan pihak maskapai saat itu juga bukanlah pekerjaan mudah. Sempat ditolak beberapa kali, namun berkat kerja keras dan usaha terus menerus, akhirnya beberapa maskapai setuju untuk membuka API ke tiket.com. 

Hingga saat ini , total transaksi / omzet tiket.com pada tahun 2014, disebutkan Natali sudah mencapai trilyunan.  

Lesson learned dari Natali :

  1. Live lah secepat mungkin & jangan mengejar fiturnya terlalu banyak. Situs Tiket.com go live dalam 100 hari dari hanya berupa gagasan.

  2. Release early, release often. 

  3. Jangan terlalu berfokus pada niche market. Startup bisa mengetes market dengan suatu fitur melalui blast email, response terhadap suatu fitur atau product. Perhatikan statistik pasar setiap harinya.

  4. Buat lah MVP - Minimum Viable Product. Istilah MVP umumnya adalah situs yang berisi deskripsi, fitur ataupun video penjelasan yang berisi tentang produk dari startup anda. Hingga saat ini, diklaim sebagai metode terbaik untuk menguji coba produk anda apakah akan diterima pasar dengan baik atau tidak. Biasanya fase hidup MVP diukur selama 3 bulan.

  5. Berpikir strategik dan visioner 5-10 tahun ke depan. 

  6. Pahamilah bahwa Equity / saham adalah harta terbesar yang anda miliki, bijaklah dalam menentukan besarannya ke setiap pihak.

  7. Carilah mentor yang bisa membantu startup anda (umumnya profesional / entrepreneur yang telah memiliki nama cukup baik). Biasanya imbalan untuk mereka adalah equity perusahaan anda sebesar 2.5%.

  8. Fokuslah pada kualitas produk dan jasa yang anda buat, bukan pada harga.

  9. Saat bernegosiasi, carilah CEO / "kepala" nya langsung untuk memudahkan proses deal kerjasama tersebut.

 

Comments


AUTHOR
Rusdi Karsandi @rusdikarsandi linkedin

Techpreneur Grevia.
A digital enthusiast, who loves technopreneurs and startups. I love learning about passionpreneurship and motivates people to concepting new ideas for startups. Let's collaborates & change the world together.

TAG
#tiket.com #natali ardianto #ecommerce #startup grind #conclave #coworking space

ARTIKEL TERKAIT

Follow Grevia :            
Daftar Email anda ke newsletter.
copyright © 2020 Grevia Networks.
×